Pasca Serangan AS, Starlink Beri Akses Internet Gratis bagi Warga Venezuela. Ini Faktanya!
Satelit internet milik Elon Musk tersebut mengumumkan kesediaannya untuk menyediakan layanan internet gratis bagi pengguna di Venezuela, baik pelanggan yang masih aktif maupun yang tidak aktif hingga 3 Februari 2026. Layanan cuma-cuma ini disediakan menyusul serangan yang dilancarkan Amerika Serikat ke Venezuela serta pengumuman penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Layanan internet gratis akan langsung tersedia bagi pelanggan aktif. Sementara itu, pengguna yang tidak aktif, baik karena menangguhkan layanan maupun terlambat atau tidak melakukan pembayaran perlu mengaktifkan kembali akun mereka selama periode tersebut agar dapat menikmati layanan gratis ini. Jika yang sudah memiliki perangkat Starlink, mereka dapat memilih paket Jelajah untuk menggunakannya di Venezuela. Paket Jelajah ditujukan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi atau yang sering bepergian. Layanan ini tersedia dalam dua pilihan. Pertama, Jelajah 50GB, yang menyediakan kuota internet sebesar 50GB dengan opsi pembelian tambahan kuota per GB. Kedua, Jelajah Tanpa Batas, yang menawarkan akses internet tanpa batas kuota.
Dalam cuitan Elon Musk melalui akun X, Ia mengunggah cuitan terkait layanan Starlink gratis untuk warna Venezuela yakni “Sebagai dukungan untuk rakyat Venezuela”. Bantuan internet dari Starlink bukan pertama kalinya diberikan di wilayah konflik. Venezuela mengikuti jejak negara lain yang sebelumnya telah menerima dukungan serupa. Pada 2022, Starlink sempat membuka akses internet gratis bagi Ukraina sebagai respons atas serangan Rusia, guna menjaga konektivitas tetap berjalan di tengah situasi darurat. Kebijakan serupa juga pernah diterapkan di wilayah Gaza ketika terjadi pemadaman jaringan telekomunikasi pada 2023. Pada saat itu, Starlink dibuka secara gratis, dan Elon Musk menyatakan dukungannya untuk menyediakan akses internet bagi organisasi bantuan internasional yang diakui dan beroperasi di Gaza.
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan ke Venezuela sejak Desember 2025. Serangan perdana tercatat terjadi pada 29 Desember 2025 dengan sasaran area dermaga. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya ini dituding sebagai penyebab masuknya narkoba dan kelompok-kelompok kriminal ke Amerika Serikat. Sehingga, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menindak tegas atas penangkapan.
Pemerintahan Maduro kerap melakukan pemadaman internet ketika situasi politik di Venezuela memanas. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran Starlink membuka peluang bagi pihak nonpemerintah untuk tetap menyediakan akses internet, terutama di wilayah-wilayah yang berada di bawah pengawasan pemerintah yang ketat.
