Kecepatan Starlink bisa berubah pada jam sibuk, karena kapasitas jaringannya dibagi bersama semua pengguna di satu area. Dampaknya terlihat dalam data Indonesia: Opensignal mencatat kecepatan unduh Starlink turun dari 42,0 Mbps pada awal peluncuran menjadi 15,8 Mbps sekitar setahun kemudian, seiring lonjakan permintaan. Artikel ini membahas cara kerja congestion, bagaimana prioritas pengguna diatur saat jaringan padat, dan apa yang terjadi di Indonesia.

Network congestion pada Starlink terjadi ketika permintaan data di satu area melebihi kapasitas yang tersedia untuk area tersebut. Kapasitas itu dibagi bersama oleh semua pengguna di sana, sehingga yang mengecil adalah jatah tiap pengguna, bukan perangkat atau antena yang bermasalah.

Pada jaringan satelit orbit rendah, wilayah layanan dibagi menjadi sel, dan pengguna dalam satu sel berbagi sumber daya beam yang melayani sel tersebut. Artinya, kecepatan yang diterima ikut dipengaruhi oleh aktivitas pengguna lain di sekitarnya, bukan hanya oleh kualitas perangkat sendiri. Starlink menyatakan bahwa ketersediaan layanan residensial ditentukan oleh tingkat langganan lokal. Ketika kapasitas suatu wilayah penuh, peta ketersediaannya ditandai “sold out” dan aktivasi residensial baru tidak bisa dilakukan.

Kecepatan Starlink berubah di jam sibuk karena saat banyak pengguna aktif di satu area, jaringan membagi kapasitas berdasarkan tingkat prioritas paket. Pengguna dengan prioritas lebih rendah menerima jatah lebih kecil lebih dahulu, sementara pengguna berprioritas lebih tinggi dilayani lebih dulu.

Dokumen ketentuan Starlink menyebut bahwa data berstatus Deprioritized memiliki prioritas jaringan lebih rendah, sehingga layanan bisa lebih lambat di area dengan congestion dan pada jam sibuk. Pola serupa tercatat di luar Indonesia. Ookla mencatat median kecepatan unduh Starlink di Amerika Serikat turun dari 90,55 Mbps menjadi 62,53 Mbps antara kuartal pertama dan kedua 2022, seiring bertambahnya pelanggan.

Aturan prioritas ini menjelaskan bagaimana kapasitas dibagi, sedangkan seberapa penuh kapasitas itu terpakai bisa dilihat dari data lapangan di Indonesia.

Setahun setelah meluncur, Opensignal mencatat kecepatan unduh Starlink di Indonesia turun dari 42,0 Mbps menjadi 15,8 Mbps, dan kecepatan unggah dari 10,5 Mbps menjadi 5,4 Mbps. Opensignal mengaitkan penurunan ini dengan congestion akibat lonjakan permintaan.

Laporan tersebut juga mencatat sekitar 60% pengguna Starlink di Indonesia tinggal di wilayah pedesaan dan hanya 17% di kota, dengan kehadiran terkuat di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pembandingnya adalah internet rumah berbasis sinyal seluler (FWA), yang memakai router khusus dari operator seluler. Dalam perbandingan itu, Starlink unggul di kecepatan unduh, sedangkan FWA unggul di kecepatan unggah, konsistensi kualitas, dan pengalaman video.

Dalam laporan yang sama, konsistensi kualitas Starlink naik dari 24,2% menjadi 30,9%, yang dikaitkan dengan latensi lebih rendah dan perbaikan infrastruktur. Pada edisi Oktober 2026 (data Juli sampai September 2026), Opensignal mencatat Starlink memberi performa yang lebih merata antarwilayah dan meraih beberapa penghargaan di Maluku dan Papua, meski secara nasional masih di bawah ISP lain. Dari sisi kapasitas, Starlink menyatakan mampu menambah lebih dari 5 Tbps per pekan per Juli 2025. 

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna Saat Congestion Terjadi? 

Congestion di tingkat sel tidak bisa diperbaiki dari sisi pengguna, tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan memastikan masalahnya bukan berasal dari jaringan di rumah, lalu menyesuaikan paket dan jam pemakaian.

Starlink menyarankan uji kecepatan di luar jam sibuk lewat aplikasi, yang menyediakan dua pengukuran: Device to Internet dan Device to Router. Jika hasil Device to Router lebih rendah dari kecepatan router, koneksi Wi-Fi menjadi hambatannya, bukan jaringan Starlink. Jika kecepatan hanya turun pada jam sibuk, penyebabnya kemungkinan congestion, dan pemakaian berat bisa dialihkan ke luar jam tersebut. Untuk kebutuhan yang tidak boleh terganggu, paket Priority/Bisnis mendapat prioritas jaringan lebih tinggi. Pilihan paket bisnis dibahas di sini

Untuk berkonsultasi soal lokasi, jumlah pengguna, dan jam pemakaian yang sesuai, Anda dapat menghubungi tim Data Lake melalui WhatsApp +62 8170-117-800 atau email sales@datalake.id. Jika sudah yakin dengan pilihannya, pemesanan bisa dilakukan melalui Webstore Data Lake.

Bagikan artikel

Facebook X Threads Mail