Konsumsi daya Starlink berkisar antara 25 hingga 150 watt tergantung varian yang digunakan, angka yang cukup efisien untuk perangkat yang bisa menggantikan infrastruktur internet konvensional di lokasi terpencil sekalipun. Untuk penggunaan rumahan dengan Standard Kit, tambahan konsumsi listrik bulanannya setara dengan menyalakan beberapa lampu LED sepanjang hari. 

Berdasarkan lembar spesifikasi resmi Starlink, ini angka konsumsi daya rata-rata per varian:

daya-listrik-starlink-per-varian

Angka di atas mencakup keseluruhan sistem, seperti antena, router, catu daya, dan kabel. Starlink Mini punya keunggulan tambahan: bisa ditenagai langsung dari powerbank USB-PD 100W, menjadikannya satu-satunya varian yang bisa beroperasi tanpa sambungan listrik PLN sama sekali.

Berapa Tambahan Tagihan Listrik Per Bulan?

Cara paling mudah menghitung dampak ke tagihan listrik adalah dengan mengkonversi konsumsi watt ke kilowatt-hour (kWh), satuan yang dipakai PLN untuk menghitung tagihan.

Dengan asumsi Starlink menyala 24 jam penuh selama 30 hari dan menggunakan tarif PLN non-subsidi Rp1.699 per kWh:

estimasi-tagihan-listrik-starlink

Satu catatan penting, kalkulasi di atas adalah skenario pemakaian maksimal (24 jam non-stop). Di lapangan, banyak pengguna mematikan Starlink saat tidak digunakan, terutama untuk penggunaan personal sehingga konsumsi aktualnya bisa lebih rendah dari angka ini. Untuk penggunaan bisnis yang membutuhkan koneksi sepanjang waktu, angka di tabel adalah baseline yang realistis untuk diperhitungkan.

Angka rata-rata di spesifikasi resmi Starlink bukan angka pasti, konsumsi daya aktual bisa berfluktuasi tergantung beberapa kondisi:

  • Suhu lingkungan
    Starlink secara eksplisit menyebut suhu sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi konsumsi daya. Di lingkungan dengan suhu tinggi, sistem bekerja lebih keras untuk menjaga performa optimal, yang berdampak ke konsumsi daya yang lebih tinggi dari rata-rata.
  • Intensitas penggunaan
    Konsumsi daya Starlink tidak flat sepanjang waktu. Saat idle atau trafik rendah, daya yang ditarik lebih kecil, Starlink Mini misalnya hanya menarik 15W saat idle, jauh di bawah rata-rata operasionalnya yang 25-40W. Saat trafik tinggi dengan banyak perangkat aktif sekaligus, konsumsi mendekati batas atas range-nya.
  • Kualitas sinyal di lokasi
    Lokasi dengan pandangan langit yang terhalang pohon, bangunan sekitar, atau kontur medan membuat antena bekerja lebih keras untuk mempertahankan koneksi, yang berdampak ke konsumsi daya yang lebih tinggi. Ini salah satu alasan mengapa posisi antena yang optimal tidak hanya penting untuk kualitas sinyal, tapi juga untuk efisiensi daya.

Sudah Tahu Angkanya, Apa Selanjutnya? 

Dari sisi konsumsi listrik, Starlink bukan beban besar untuk rumahan maupun bisnis. Tambahan tagihan bulanan yang berkisar Rp30.000 hingga Rp183.000 tergantung varian adalah angka yang jauh lebih kecil dibanding nilai yang didapat, terutama untuk lokasi yang sebelumnya tidak punya alternatif internet yang layak.

Yang lebih penting dari angka konsumsinya adalah memastikan varian yang dipilih sesuai dengan kebutuhan aktual. Memilih varian yang terlalu besar untuk kebutuhan kecil berarti membayar listrik lebih dari yang diperlukan, sementara memilih yang terlalu kecil berisiko performa yang tidak optimal.

Sebagai distributor resmi Starlink di Indonesia, Data Lake membantu menentukan varian dan konfigurasi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, termasuk kalkulasi kebutuhan daya untuk lokasi dengan pasokan listrik terbatas. Hubungi tim Data Lake di sales@datalake.id atau WhatsApp +62 8170-117-800 untuk konsultasi lebih lanjut.

Bagikan artikel

Facebook X Threads Mail